MIMPI BERTEMU

05:03



Seperti biasa.
Aku mau bercerita.

Jadi seperti ini aku berkisah.

Subuh ini aku terbangun oleh suara adzan.
Alarm dari masjid yang selalu konsisten untuk dibunyikan setiap harinya.

“Ash-Shalatu khairum minan naum
Sholat itu lebih baik dari pada tidur.

Bagian terbaik dari lirik adzan yang mempertegas bahwa bangun disubuh hari untuk menyembahNya adalah hal terbaik yang harus dilakukan dibandingkan harus kembali menuruti titah iblis dengan tiupan rasa kantuk beserta dingin untuk melanjutkan tidur.

Kamarku masih gelap.
Dengan lilin-lilin yang sudah kehabisan nyawa dilantainya.
Lilin-lilin yang kubiarkan menyala dimalam sebelumnya karena kosan sedang mati listrik.

Khidmad ku mendengarkan adzan sampai selesai.

"Ah 5 menit lagi".
Badan yang lalai ini, memutuskan untuk rehat 5 menit lagi setelah adzan untuk kembali tiduran sejenak.
Ya sepertinya iblis berhasil melakukan pekerjaannya, karena seketika aku pun malah tertidur.

Kamu tau?.

Aku yang tertidur malah bermimpi.
Bermimpi bertemu.
Bertemu dengan mu.

Tapi.

Kamu dengan Pria Menyebalkan lain.

Ah ketika aku menulis ini pun aku masih mengingat detail jelas mimpi itu.

Kau sedang disebuah kapal.
Dan aku seperti biasa dengan sudut pandang orang ketiga.

Tiba-tiba didatangi oleh seorang Pria.
Ya aku mengenal Pria itu.

Sosok menyebalkan dalam kehidupanku.
Dan tiba-tiba dia menghampirimu, dan menggandeng tanganmu.
Lalu dia mencium keningmu.

Aku yang bahkan kesal dalam mimpi itu.
Tiba-tiba terkejut lagi melihat dia menyusul memberikan ciuman ke pipi merahmu.

AH!.

Aku langsung terbangun.
Dan sadar betapa menyebalkan mimpi itu.
Mimpi kita bertemu, dengan kau bersama pria menyebalkan yang begitu menyesakkan.

Belom hilang sebalku.
Terdengar suara Iqomah dari toa masjid yang dibunyikan.

Ya.
Allah mungkin ingin menegurku yang lalai dalam panggilan untuk menemuinya.
Allah mungkin ingin menegurku yang lalai untuk berdoa dalam waktu khususnya.
Allah ingin memberi tahu bahwa untuk mendapatkanmu hanya doa yang bisa aku andalkan.
Allah ingin memberi tahu bahwa kelebihanku dibandingkan dengan pria lain adalah dalam mendoakanmu.

Jadi.
Ketika aku lalai untuk mendoakanmu.
Allah menggambarkan bagaimana menyakitkannya kehilanganmu.
  

 

You Might Also Like

1 komentar