MAHASISWA. (MATI)

16:42


MAHASISWA?.

Sangar ya namanya?.

Dulu waktu masih jaman SMA, gue selalu beranggapan bahwa MAHASISWA adalah status keren yang bisa memberikan pengaruh, perubahan, sekaligus garda terdepan buat Indonesia.

Gue sering baca betapa sangarnya dan gagahnya Mahasiswa, saat mempelopori reformasi. Betapa gaharnya mereka saat berdemonstrasi untuk menuntut sebuah solusi, ataupun memberikan kritik kepada para pemimpin di negeri ini.

Gagah.
Sangar.

Dengan almet kebanggaan, lo bisa berdiri didepan masyrakat pada umumnya sembari teriak "gue nih corong rakyat, ada apa-apa gue lawannya". 
Ga heran, gue dulu ngeliat orang pake almamater selalu ngebatin takjub "Beh Mahasiswa nih".

Cuma entah kenapa, ketika gue berdiri diposisi itu.
Berdiri dengan almet itu.
Berada dengan status yang sama "mahasiswa".
Kata gahar dan gagah itu ga seperti yang gue bayangin dulu.
GAHAR DAN GAGAHnya HILANG.

Bahkan bukan hanya gue.
Gue juga ngeliat para mahasiswa dijaman gue, di era gue, ga segahar para mahasiswa pada jaman dahulu kala.
Jaman dimana rakyat menjadikan mereka corong suara. Jaman dimana bunyi teriak solusi dan keresahan berasal dari pita suara mereka.
Mereka yang rela berdiri dan berjemur di bawah panas matahari untuk kepentingan orang banyak.
Mereka yang ngurangin rasa nyaman mereka untuk masyrakat yang suaranya belum tersampaikan.

Di jaman gue, semua itu hilang.

Awal kuliah.
Gue inget Ibuk dirumah ngeluarin 3 syarat utama yang harus gue patuhi. Dimana salah satunya gue harus berhenti ikut organisasi. Yang artinya mungkin gue ga bakal bisa jadi mereka yang dulu sangat gagah dimata gue.

Oke.
Seengganya gue bakal ngeliat temen-temen gue ngewakilin gue untuk berorasi bangga dengan almamater yang sama, almamter kebanggaan dari kampus yang sama.

Dan nyatanya.
GA ADA.
oke gue bold.
GA ADA.

Dan lo tau, omongan yang selalu gue denger dari mereka, kalo gue mulai ngulik ngulik, masalah "kita ini wakil rakyat lho, kita ini mahasiswa, masa gini-gini aja,, ga pengen kayak jaman reformasi lo?" .
Jawabannya selalu sama
"Alah jik kayak produk lama demo-demo ga jelas, sekarang udah ga jaman lagi gituan"
"Fokus kuliah aja jik, ga usah ngurus gituan"
"Dahlah jik, cepet selesai kuliah bagus lagi"
"Jik, ga usah ga jelas ikut gituan, kayak ga ada kerjaan aja".

Awalnya gue cukup meng-aamiin-in hal ini.

Yaudahlah fokus kuliah aja.
Mungkin emang bener udah ga jamannya lagi.

OKE MAHASISWA BERUBAH.

But...

Masa sih ini bener?.

Ujung-ujung ada suatu ketika dimana gue kemudian menelaah ulang, bener ga sih yang beginian?.
Sehingga pada akhirnya gue terjun sebagai "aktivis", dengan jadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan di Kampus.

Dan tau apa yang gue temuin?.

Mari kita telaah.

Sebenarnya bukan Mahasiswa yang berubah.

Tapi keadaan yang menuntut mahasiswa untuk berubah.

Bagi gue, omongan-omongan temen gue tadi sebenernya cukup beralasan.

Gimana Mahasiswa mau fokus untuk ngebantu masyrakat.
Gimana Mahasiswa mau fokus untuk ikut ngontrol kebijakan negara.
Gimana Mahasiswa mau lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Saat.

Kita dibungkam.
Kita dipaksa untuk diam.

Oke kita telaah.

SPP TINGGI SELANGIT.
BIAYA HIDUP MAHAL.

Logis aja deh coy.

Saat lo tau, lo bayar kuliah MAHAL, dan biaya hidup SELANGIT.
Apa yang lo rasain?.
Cepet selesain kuliah, cari kerja, dan ganti biaya orang tua yang udah biayain kuliah?.
Ya ga?.

Menurut gue.
Biaya kuliah ini, kayak semacem alat bagi pihak-pihak tertentu untuk ngebungkam Mahasiswa.
Agar Mahasiswa ga nyinyirin kerjaan mereka.

Oke ditambah lagi dengan tugas selangit yang jumlahnya melebihi kata banyak.

Saat lo dihadapi sama itu semua.

Adakah kesempatan untuk resah terhadap sesama?.
Mikirin masalah kuliah iya.

Belom lagi ada beberapa kebijakan kayak..
GA LULUS 5 TAHUN DO.
SYARAT IPK LOWONGAN KERJA MINIMAL 3.XX
DILARANG MEMINTA DISPENSASI TELAT MEMBAYAR SPP.
SUMBANGAN WAJIB XX JUTA
IPK DIBAWAH XX DO
GA LULUS SKRIPSI ... BULAN, GANTI JUDUL SKRIPSI.

BANGKAI!.

Okelah itu ngebuat agar para mahasiswa bertanggung jawab.
Okelah, "lah emang harus kayak gitu, lo mau jadi aktivis teriak sana sini tapi kuliah ancur buat apa?"
Okelah, "Biar lo jadi aktivis yang demo sana sini, dengan kuliah yang juga ga berantakan".

Tapi itu ngebuat.
API YANG BELOM SEMPET BERKOBAR PADAM DULUAN.

Pada berharap apa sih?.

Ga dikritik?.
Menciptakan Mahasiswa yang lulus tepat waktu?
Menciptakan Mahasiswa yang akademiknya bagus?.

Coba telaah.

Jangan-jangan.
Cuma mencetak makmum kapitalis, yang ketika lulus rebutan kerja dan ga peka sama negaranya.
Mau Indonesia maju?.
Coba ngaca, sampe sejauh mana pola pikir anak mudanya.


ZZ!
 


You Might Also Like

0 komentar