KADALUWARSA

14:05

16 Agustus 2017.
Tepat jam 14:00, gue lulus dengan revisi di pendadaran.

Yang artinya skripsi gue selesai.
(ya masih ada sedikit revisi sih).

Skripsi selesai, mata kuliah udah ngga ada, dan tunggu jawaban magang diperusahaan.
Hidup gue jadi fase yang sedikit membosankan.

Gue bangun, cek email, mandi, makan, maenan laptop, tidur.

Didalem kamar gue cuma bisa ngawang-ngawang ga jelas akan kayak apa hidup kedepan.
Oke let mystery be a mystery. Tapi dengan ga ada aktivitas yang berarti belakangan ini mau ga mau otak kemudian menjalankan fungsi unttuk berpikir akan masa depan.

Ah.
Entahlah, gue sendiri bingung akan kayak apa hidup kedepan.
Tapi yasudahlah.
Biarkan otak memikirkan apa yang harusnya doi pikirkan.
Biarlah itu jadi refreshing doi setelah dipaksa setiap hari sebelumnya untuk mikirin kata-kata dalam menyelesaikan bab-bab skripsi yang sudah dituntaskan.

Di Fase ini juga kemudian sekarang hidup juga berubah.

Temen-temen udah mulai sibuk dengan jalannya masing-masing.

Temen gue Luthfi pernah bilang, "Jik di usia yang sekarang lo harus siap untuk nerima bahwa orang akan datang  dan pergi. Kehilangan temen yang biasanya selalu sama-sama itu akan ada dan lo harus biasa".

Yoi, people come and go, thats life. 

Gue sadar kita yang emang selalu sama-sama dari awal kuliah memang pada akhirnya akan berpisah untuk kembali berproses ke jalan kita selanjutnya.
Bukan untuk melepasakan, lalu meninggalkan. Tapi memang esensinya ga bakal ada yang abadi dalam pertemanan. Semua akan harus tetap berjalan kedepan. Gue dengan jalan gue, dan mereka dengan jalan mereka.

Sedih?.

Jelas.

Siapa yang ga sedih ketika akan kehilangan?.

Dosen gue juga pernah bilang gini "Jik yang abadi didunia ini cuma kepentingan".

Satir dengernya.

Cuma memang logis esensinya. Coba lo pikir, lo temenan karena apa?.
Ga usah naif. 
Satu kampus?, Satu jurusan?, Satu pemikiran?, atau karena mereka bisa ngertiin lo, dan lo bisa ngertiin mereka?.
Itulah kepentingan. Bukan hanya tentang lo yang mau ambil enaknya aja, definisi kepentingan adalah tentang apa saja yang lo terima dari pertemanan.
Bukankah orang musuhan karena kepentingan mereka terganggu?.
COBA TELAAH.

Oke gue juga ngerasa diumur gue yang sekarang, gue jadi semakin banyak tahu tentang cara kerja dunia.
Itu kemudian ngebuat ngerasa.. ah entahlah gue juga bingung jelasinnya.
Mungkin kalian bisa bandingin, ketika kalian kecil dan sekarang dalam hal ini apa bedanya.

Oke cukuplah akan hal itu.
Selanjutnya masalah asmara.

Diumur gue yang sekarang, entah kenapa gue jadi agak males-malesan sama hal ini.
Okelah lo bisa liat kata-kata puitis ga jelas di snapgram, caption instagram, atau tulisan blog gue.
Tapi percayalah, hasrat gue akan asmara ga sebergelora itu.

Dulu awal-awal kuliah, kayaknya gue sempet seneng banget sama yang namanya jatuh cinta.
Gue semangat banget dalam PDKT.

Tapi sekarang.
Entah kenapa, gue jadi males buat PDKT.
Gue jadi kayak males jatuh cinta.
Males buat "Hai salam kenal".
Atau sekedar basabasi "Kamu udah makan?"
Atau chat panjang buat narik bahasan oborolan.
Bagi gue.
Ah udahlah, buat yang nulisin beginian aja gue dah ngerasa "APA SIH JIK NULIS GINI AMAT".

Entahlah.
Mungkin memang semua ada masanya.
Kalian ngerasain juga?.
Atau cuma gue yang udah KADALUWARSA.

You Might Also Like

0 komentar